Update Properti Rumah – Pasar properti rumah di Indonesia masih menjadi topik hangat di awal tahun 2026, terutama dengan berbagai kebijakan pemerintah dan tren pembiayaan yang berubah. Meskipun kondisi ekonomi domestik dan global memengaruhi daya beli masyarakat, sektor ini terus menunjukkan dinamika yang menarik mulai dari insentif rumah subsidi, pertumbuhan pembiayaan syariah hingga strategi memperluas akses kepemilikan rumah. Berikut rangkuman berita properti rumah terbaru yang penting untuk pembaca umum.
Berita Utama Properti Rumah Hari Ini
1. Tren KPR Syariah Masih Kuat di Tengah Suku Bunga Rendah
Meski permintaan KPR konvensional lesu akibat melemahnya daya beli sepanjang 2025, pembiayaan rumah melalui skema syariah justru menunjukkan pertumbuhan positif di awal 2026. Bank-bank syariah seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) berhasil mencatat pertumbuhan KPR yang cukup baik, mencerminkan minat masyarakat terhadap alternatif pembiayaan rumah yang sesuai prinsip syariah.
2. Pemerintah Dorong Rumah Murah di Jambi
Pemerintah Indonesia terus mendorong pembangunan rumah terjangkau melalui perumahan subsidi. Di Kota Baru, Jambi, tersedia pilihan rumah murah dengan harga sekitar Rp166 juta, menyediakan kesempatan kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini juga bagian dari upaya penyediaan hunian yang lebih luas di berbagai daerah.
3. Tantangan Pasar Properti: Kontraksi dan Daya Beli
Walaupun ada dukungan berbagai program, sektor properti masih menghadapi tantangan. Survei Bank Indonesia menunjukkan bahwa pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer hanya tumbuh terbatas dan kebutuhan pembiayaan rumah sebagian besar masih lewat KPR. Hal ini mencerminkan pasar yang belum sepenuhnya pulih dan daya beli rumah yang masih tertekan.
Baca juga : Berita Terkini Properti Rumah
Kabar Internasional yang Berdampak pada Properti
🇨🇳 4. Kebijakan Down Payment di China Diringankan
Bank sentral China menurunkan rasio uang muka minimum untuk properti komersial dan hunian menjadi 30%, langkah yang diharapkan dapat merangsang kembali permintaan di pasar properti besar Asia. Kebijakan ini menunjukkan respons pemerintah terhadap perlambatan pasar properti global dan dapat berdampak pada likuiditas investasi di kawasan.
🇻🇳 5. Vietnam Rencana Atur Pajak untuk Redam Spekulasi Rumah
Vietnam berencana memberlakukan kebijakan pajak baru untuk menahan lonjakan spekulasi properti yang kini mendorong kenaikan harga rumah secara tajam. Pemerintah juga menargetkan pembangunan satu juta apartemen rumah terjangkau untuk masyarakat berpendapatan rendah menjelang 2030.
Kesimpulan
Di Indonesia, meski pasar rumah menghadapi tekanan dari sisi daya beli dan pertumbuhan harga yang moderat, beberapa sinyal positif terlihat dari pembiayaan syariah yang berkembang serta dorongan pembangunan rumah murah. Kebijakan pemerintah serta tren global di kawasan Asia juga memberi arah yang bisa membantu memulihkan minat beli dan investasi properti. Bagi calon pembeli rumah, penting untuk mengikuti perubahan kebijakan pembiayaan dan program subsidi terbaru agar bisa mengambil peluang yang ada.
