Berita Terkini Properti Rumah – Berita properti rumah hingga 18 Januari 2026 menunjukkan dinamika yang menarik di berbagai negara, termasuk Indonesia. Mulai dari peringatan pejabat soal kondisi pembiayaan rumah rakyat hingga prediksi pasar global dan lokal, pembaca umum perlu memahami tren ini karena berdampak pada keputusan membeli, menjual, atau berinvestasi di sektor properti. Berikut rangkuman utama berita properti rumah saat ini.
Situasi dan Tren Pasar Properti Indonesia
Waspada Darurat Pembiayaan Perumahan Rakyat
Menteri Keuangan Sri Mulyani memperingatkan tentang kondisi pembiayaan perumahan rakyat yang perlu perhatian serius pemerintah dan pemangku kebijakan. Menurutnya, struktur pembiayaan saat ini belum mendukung kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah sehingga perlu reformasi kebijakan dan dukungan lebih kuat untuk mendorong kepemilikan rumah rakyat.
Pasar Properti Indonesia Masuki Fase Baru di 2026
Laporan Flash Report awal 2026 menunjukkan pasar properti nasional mulai stabil setelah fase konsolidasi di sepanjang 2025. Harga rumah bekas secara nasional mengalami kenaikan tipis dan menunjukkan kenaikan tahunan, menandakan pasar bergerak menuju keseimbangan antara penawaran dan permintaan.
Kredit Properti Diprediksi Bangkit
Dukungan insentif fiskal dan program pemerintah untuk mendorong pembangunan rumah (termasuk target tiga juta rumah) di perkirakan akan menghidupkan kembali pertumbuhan kredit properti yang sempat melambat di tahun sebelumnya. Hal ini penting bagi calon pembeli rumah yang mengandalkan pembiayaan KPR.
Berita Global yang Mempengaruhi Pasar Rumah
Krisis Keterjangkauan Perumahan di AS
Sementara pasar properti di Indonesia bergerak stabil, di Amerika Serikat masalah keterjangkauan masih menjadi isu utama. Meskipun ada sedikit peningkatan persediaan rumah, harga tetap tinggi dan suku bunga pinjaman masih menekan kemampuan pembeli untuk membeli rumah.
Baca juga : Kondisi Properti Rumah di Indonesia
Kenaikan Suku Bunga Refinance di AS
Data terbaru menunjukkan tingkat suku bunga refinance 30 tahun di AS naik lagi pada 18 Januari 2026, yang bisa memperlambat aktivitas pembelian rumah maupun refinansiasi utang rumah.
🇻🇳 Pasar Properti Vietnam Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan
Pasar properti di negara tetangga seperti Vietnam di perkirakan akan memasuki fase pertumbuhan yang lebih selektif dan berkelanjutan di 2026, sebagai respons terhadap kebutuhan pasar yang berubah setelah periode penyesuaian.
🇨🇳 Kebijakan Baru di China Dorong Permintaan Properti
Bank sentral China menurunkan rasio uang muka minimum untuk properti komersial menjadi 30%, bertujuan merangsang permintaan properti yang sempat lesu akibat kontraksi pasar.
Inti Kesimpulan untuk Pembaca Umum
- Kondisi pembiayaan rumah rakyat di Indonesia perlu di perbaiki, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah; ini menjadi fokus pemerintah dan pemangku kebijakan.
- Pasar properti nasional menunjukkan stabilisasi awal di 2026, memberi harapan bagi pembeli dan penjual rumah.
- Insentif kredit di perkirakan mendorong permintaan properti, yang sempat lesu pada 2025.
-
Tren global seperti suku bunga di AS, kebijakan di China, dan pertumbuhan di Vietnam turut memengaruhi pasar properti secara lebih luas.
