Tren Properti Rumah di Awal Tahun – Pasar properti rumah terus menjadi topik ekonomi penting di Indonesia maupun global. Sejumlah kebijakan pemerintah, dinamika di sektor perbankan, serta gerak suku bunga ikut memengaruhi perkembangan harga rumah, permintaan pembeli, dan strategi para pengembang. Berikut ringkasan berita terkini seputar properti rumah per 18 Januari 2026 yang relevan bagi masyarakat umum.
KPR Syariah Tumbuh di Tengah Tren Suku Bunga Rendah
Meski pembelian rumah melalui KPR konvensional masih melambat akibat daya beli yang lesu sepanjang 2025, pembiayaan syariah menunjukkan performa positif. Data perbankan memperlihatkan KPR dan KPA tumbuh sekitar 6,9% secara tahunan pada sebelas bulan pertama 2026, menghadirkan alternatif pembiayaan yang menarik bagi pembeli rumah di tengah tren suku bunga rendah.
Insentif Pajak PPN Rumah Diperpanjang hingga 2026
Pemerintah Indonesia memperpanjang insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun hingga 31 Desember 2026. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli konsumen dan menopang pertumbuhan sektor properti yang merupakan kontributor signifikan bagi perekonomian nasional.
Dampak Kebijakan Pajak pada Pembelian Rumah
Selain perpanjangan insentif PPN, aturan terbaru memberi peluang pembeli menikmati bebas pajak sampai harga tertentu untuk rumah yang dibeli sepanjang 2026, dengan syarat-syarat administrasi tertentu terpenuhi. Hal ini diharapkan bisa semakin memacu minat beli rumah oleh masyarakat kelas menengah dan pertama kali membeli rumah.
Survei Harga Properti Residensial Masih Terbatas
Baca juga : Update Properti Rumah
Menurut survei Bank Indonesia, pertumbuhan harga properti residensial pada triwulan III-2025 relatif terbatas, dengan penjualan rumah tipe menengah dan besar masih mengalami kontraksi meski pasar secara keseluruhan mulai membaik dibandingkan periode sebelumnya. Ini menunjukkan pasar masih mengalami tantangan daya beli dan permintaan di segmen tertentu.
Berita Global: Suku Bunga dan Permintaan Properti di Luar Negeri
Di Amerika Serikat, suku bunga mortgage turun ke level terendah dalam tiga tahun, yang bisa menjadi sinyal membaiknya kondisi pembiayaan rumah di pasar internasional. Suku bunga yang lebih rendah sering kali mendorong minat pembeli karena biaya cicilan yang lebih ringan.
Selain itu, laporan global juga menunjukkan bahwa jumlah rumah yang terdaftar untuk dijual di Inggris mencapai rekor tertinggi dalam delapan tahun terakhir, meskipun permintaan pembeli masih di bawah level tahun lalu. Ini bisa mengindikasikan tren penawaran yang lebih banyak meski permintaan belum pulih sepenuhnya.
Kesimpulan
Perkembangan properti rumah per 18 Januari 2026 menunjukkan dinamika yang campur aduk:
- Pemerintah RI mengambil langkah fiskal untuk menjaga permintaan rumah melalui insentif pajak.
- Pembiayaan syariah mencatat pertumbuhan positif di tengah kondisi KPR yang umum stagnan.
- Survei harga residensial masih menunjukkan pertumbuhan yang terukur.
- Di tingkat global, penurunan suku bunga mortgage membuka peluang baru bagi pembeli rumah di luar negeri.
Inisiatif kebijakan dan tren pasar ini penting diikuti oleh calon pembeli rumah, investor, serta pelaku industri properti. Jika kamu memerlukan analisis lebih dalam tentang cara insentif pajak ini memengaruhi simulasi cicilan atau pasar lokal di daerahmu, tinggal bilang saja!
