Informasi Tentang Berita Properti Rumah

Peluang Hunian di Tengah Kebijakan Baru

Peluang Hunian di Tengah Kebijakan Baru

Peluang Hunian di Tengah Kebijakan Baru – Pasar properti rumah di Indonesia terus menjadi topik hangat memasuki Januari 2026. Dari program pemerintah yang memudahkan kepemilikan rumah, hingga tren pembiayaan yang menyasar berbagai segmen masyarakat, perkembangan terbaru memberikan gambaran luas tentang kondisi sektor hunian di tengah dinamika ekonomi makro dan kebijakan fiskal. Berikut rangkuman berita terbaru yang relevan untuk pembaca umum.

KPR Syariah Tetap Kuat di Tengah Tren Suku Bunga Rendah

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) syariah mencatat pertumbuhan yang signifikan di awal 2026. Meskipun sektor properti secara umum menghadapi tantangan akibat perlambatan daya beli, pembiayaan syariah justru tumbuh lebih kuat. Salah satu pemain utama, Bank Syariah Indonesia (BSI), melaporkan pertumbuhan outstanding KPR syariah sebesar lebih dari 23 % hingga akhir 2025, dengan rata-rata booking per bulan mencapai sekitar Rp 1 triliun. Fokus utama segmen ini adalah rumah pertama, take over, serta renovasi hunian. Tren positif ini juga terlihat pada bank syariah lainnya seperti Bank Mega Syariah dan BCA Syariah.

Rumah Murah Merakyat: Promo Subsidi di Kota Baru Jambi

Pemerintah terus mendorong pembangunan rumah terjangkau untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Di Kota Baru, Jambi, sejumlah rumah subsidi di pasarkan dengan harga sekitar Rp 166 juta, dengan ukuran bangunan sekitar 36 m² dan dua kamar tidur. Perumahan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama pengembang anggota Real Estate Indonesia (REI) untuk meningkatkan akses hunian layak.

Pengembangan Kawasan Hunian Subsidi di Meikarta

Lahan seluas 20 hektare di Meikarta di rencanakan menjadi lokasi pembangunan rumah susun subsidi yang terintegrasi fasilitas sosial dan umum, memperluas pilihan hunian terjangkau di kawasan strategis dekat area industri. Ini sejalan dengan dorongan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal layak di wilayah urban yang padat.

Baca juga : Tren Properti Rumah di Awal Tahun

Insentif Pajak Kepemilikan Hingga Akhir 2026

Salah satu kabar paling menarik bagi pembeli rumah adalah kebijakan Pembebasan PPN (PPN DTP) untuk rumah tapak dan satuan rumah susun selama 1 Januari sampai 31 Desember 2026. Fasilitas ini memungkinkan pembeli rumah baru menikmati pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN), yang secara efektif membuat biaya pembelian rumah lebih terjangkau. Syaratnya termasuk penandatanganan akta jual beli atau pengikatan jual beli yang di buktikan secara sah.

Tren Harga Residensial Masih Tumbuh Terbatas

Menurut survei Bank Indonesia, meskipun ada perbaikan dibandingkan periode sebelumnya, pertumbuhan harga properti residensial tetap terbatas, dengan penjualan rumah di pasar primer masih mengalami kontraksi kecil. Rumah tipe kecil menunjukkan permintaan lebih baik dibanding rumah menengah dan besar, yang penjualannya masih melambat.

Kesimpulan: Dinamika dan Peluang

Ringkasan berita properti per 18 Januari 2026 memperlihatkan bahwa sektor hunian sedang berada di titik yang menarik:

Bagi orang yang ingin membeli rumah di tahun ini, kebijakan fiskal dan pembiayaan yang inovatif bisa dimanfaatkan untuk mengurangi beban biaya sekaligus mendapatkan hunian yang sesuai kebutuhan.

Exit mobile version