Momentum Baru di Pasar Perumahan

Momentum Baru di Pasar Perumahan

Momentum Baru di Pasar Perumahan – Awal tahun 2026 menjadi momen penting bagi pasar properti rumah di Indonesia. Setelah beberapa tahun mengalami dinamika pasar dan perlambatan pertumbuhan, berbagai indikator dan kebijakan baru menunjukkan arah pemulihan dan peluang baru untuk pengembang, pembeli, serta pemilik rumah. Berikut rangkuman berita properti terbaru yang relevan di bulan Januari 2026 di tulis untuk pembaca umum agar mudah di pahami.

Pasar Rumah Mulai Stabil dan Menguat

Data terbaru menunjukkan bahwa pasar properti rumah di Indonesia mulai menunjukkan tanda stabilisasi pada awal 2026. Menurut Flash Report terbaru, harga rumah bekas nasional kembali naik tipis pada Desember 2025, setelah sempat turun sebelumnya, dan secara tahunan juga mencatat pertumbuhan positif menandakan pasar mulai menemukan keseimbangannya.

Pemerintah Targetkan Hunian Terjangkau dan Vertikal

Pemerintah Indonesia berfokus pada upaya penanganan kekurangan hunian dengan merencanakan pembangunan ratusan unit rumah susun bersubsidi sepanjang 2026. Kementerian Perumahan dan kawasan permukiman tengah menyusun aturan dan kolaborasi dengan pengembang serta perbankan untuk mencapai target ini.

Selain itu, APBN untuk sektor perumahan meningkat signifikan dengan target pembangunan lebih dari 400 ribu unit rumah dalam berbagai skema, termasuk rumah subsidi dan perbaikan kawasan kumuh.

Insentif Pajak dan Kredit Perumahan

Kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100% untuk rumah tapak dan apartemen di perpanjang hingga akhir tahun ini untuk membantu kenaikan daya beli dan mendorong transaksi. Meski demikian, beberapa pihak menilai bahwa kebijakan ini perlu di sesuaikan agar lebih fleksibel dan berdampak maksimal bagi seluruh segmen pembeli.

Kredit properti juga di prediksi mengalami kebangkitan setelah lesu pada 2025, terutama karena dorongan insentif fiskal dan percepatan program pembangunan tiga juta rumah.

Baca juga : Berita Properti Rumah Januari 2026: Momentum Pemulihan & Peluang Baru

Tantangan Harga Tanah dan Rumah Subsidi

Di beberapa daerah seperti Daerah Istimewa Yogyakarta, mahalnya harga tanah menjadi kendala signifikan dalam pembangunan rumah subsidi FLPP. Hal ini menimbulkan tantangan bagi pemerintah dan pengembang untuk menyediakan hunian terjangkau sesuai target.

Sentimen Industri Properti

Para pelaku industri dan lembaga terkait optimistis melihat tahun 2026 sebagai “titik balik” untuk kebangkitan sektor properti, di dorong oleh pemulihan ekonomi nasional, dukungan kebijakan, serta tren stabilisasi pasar.

Kesimpulan

Secara umum, pasar properti rumah Indonesia di Januari 2026 menunjukkan gejala pemulihan dan penataan ulang yang positif. Mulai dari stabilisasi harga rumah bekas, kebijakan fiskal yang mendukung, hingga rencana pembangunan ratusan ribu rumah subsidi semuanya memberi sinyal bahwa sektor perumahan kembali bergerak menuju fase yang lebih sehat dan inklusif setelah menghadapi tantangan beberapa tahun terakhir.