Kondisi Properti Rumah di Indonesia

Kondisi Properti Rumah di Indonesia

Kondisi Properti Rumah di Indonesia – Pasar properti rumah di Indonesia terus menjadi topik penting di awal 2026, terutama dengan kondisi ekonomi yang bergejolak dan sejumlah kebijakan pemerintah yang sengaja di rancang untuk menjaga sektor ini tetap tumbuh. Dari data terbaru Bank Indonesia hingga strategi pengembang, gambaran pasar hunian memperlihatkan tantangan sekaligus peluang bagi pembeli rumah maupun pelaku industri. Berikut rangkuman berita properti yang relevan untuk pembaca umum.

Pertumbuhan Harga Rumah Masih Terbatas

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa harga properti residensial di pasar primer pada triwulan III-2025 hanya tumbuh tipis, yakni sekitar 0,84% secara tahunan, sedikit lebih rendah daripada pertumbuhan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan pasar yang masih hati-hati di tengah tantangan ekonomi, dengan harga rumah tipe kecil dan menengah mengalami kenaikan yang lebih lambat dari sebelumnya. Penjualan unit rumah besar bahkan mencatat kontraksi cukup tajam, meskipun penjualan rumah kecil menunjukkan tren positif.

Penjualan rumah secara keseluruhan di pasar primer juga masih mengalami kontraksi, meski angka kontraksi sudah membaik dibandingkan periode sebelumnya. Mayoritas pembelian rumah masih di dukung oleh skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang mendominasi sekitar 74% dari total pembiayaan konsumen.

Stimulus Pemerintah dan Dukungan Kebijakan

Pemerintah Indonesia terus menjalankan kebijakan untuk mendukung sektor properti di 2026. Menurut laporan CNBC Indonesia, pemerintah menyiapkan berbagai stimulus untuk menjaga pertumbuhan sektor properti nasional, termasuk langkah-langkah fiskal dan insentif yang bisa membantu pengembang dan pembeli rumah. Fokus utama kebijakan ini adalah merangsang permintaan serta mendukung daya beli masyarakat.

Selain itu, lanjutannya dari berbagai berita sebelumnya menunjukkan bahwa insentif PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) untuk pembelian rumah telah di perpanjang, memberi angin segar pada tren pembelian rumah dan membantu mendorong KPR bank tumbuh positif.

rumahsummareconmakassar.com

Kinerja Pengembang dan Penjualan Rumah

Beberapa pengembang besar berhasil mencatat pencapaian signifikan di tengah perlambatan pasar. Sebagai contoh, Vista Land Group berhasil menjual sekitar 5.000 unit rumah sepanjang 2025, mencerminkan minat masyarakat pada hunian berkualitas dengan harga kompetitif. Strategi mereka mencakup perluasan pangsa pasar dari rumah subsidi hingga rumah komersial di kawasan seperti Jabodetabek dan Serang.

Hal ini menandakan bahwa meski pasar sedikit melambat, segmen tertentu terutama rumah terjangkau dan pengembang yang agresif dalam penawaran masih bisa mencetak penjualan yang solid.

Kesimpulan

Secara umum, pasar properti rumah di Indonesia per awal 2026 sedang dalam fase stabil namun terbatas pertumbuhannya. Harga residensial hanya meningkat tipis, dan penjualan rumah besar masih menurun, namun rumah kecil mencatat pertumbuhan. Pemerintah terus memberikan insentif untuk mendorong sektor ini, sementara pengembang yang tepat dengan strategi harga yang kompetitif berhasil mencatat penjualan yang baik.

Bagi pembeli rumah, informasi seperti pertumbuhan harga yang moderat dan keberlanjutan insentif bisa menjadi sinyal penting untuk mempertimbangkan waktu yang tepat dalam mengambil keputusan membeli rumah. Sedangkan bagi pelaku industri, fokus pada segmen terjangkau dan adaptasi terhadap kebijakan menjadi kunci dalam navigasi pasar saat ini.