Berita Properti Rumah Januari 2026: Momentum Pemulihan & Peluang Baru – Awal tahun 2026 membawa perkembangan penting di sektor properti, khususnya rumah tinggal, baik di Indonesia maupun secara global. Setelah beberapa tahun di landa perlambatan, sinyal pemulihan mulai terlihat berkat kombinasi kebijakan pemerintah, insentif fiskal, kondisi suku bunga yang lebih ramah, serta optimisme pelaku pasar. Berikut rangkuman berita terkini properti rumah Januari 2026 yang penting di ketahui pembaca umum.
Gambaran Umum Pasar Properti
Sektor properti rumah di Indonesia menunjukkan tren optimistis memasuki 2026 setelah mengalami fase konsolidasi panjang sepanjang 2025. Pasar di prediksi memasuki fase baru yang lebih stabil seiring meningkatnya permintaan dan sinyal pemulihan ekonomi makro.
Sinyal kebangkitan ini juga di dukung dari pernyataan Satuan Tugas (Satgas) Perumahan yang menilai 2026 berpotensi menjadi titik balik industri properti nasional, terutama bila pertumbuhan ekonomi terus menguat.
Kebijakan dan Insentif
Salah satu kabar paling menarik di awal tahun ini adalah perpanjangan dan penerapan kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk rumah tapak dan apartemen siap huni. Kebijakan ini berlaku sepanjang 1 Januari – 31 Desember 2026, artinya pembeli rumah bisa menikmati pembebasan PPN dalam batas tertentu yang di tetapkan.
Meski demikian, ada suara yang menyarankan agar insentif pajak ini dibuat lebih lentur agar efektif mendorong pasar secara lebih luas.
Kredit dan Permintaan Rumah
Prediksi lain menyebutkan bahwa kredit properti akan bangkit tahun ini berkat dorongan insentif pemerintah dan program pembangunan rumah yang di percepat. Setelah pertumbuhan kredit melambat di 2025, optimisme kembali muncul di Januari 2026.
Bank-bank juga memperluas layanan KPR untuk segmen lebih muda seperti Gen Z dan milenial, dengan penyaluran kredit mencapai angka signifikan per bulan dan fokus pada area strategis.
Baca juga : Pasar Properti Rumah Awal 2026: Optimisme di Tengah Penyesuaian Ekonomi
Perkembangan Global
Tren suku bunga global mulai turun, khususnya di Amerika Serikat yang mencatat suku bunga mortgage turun ke titik terendah tiga tahun, meningkatkan permintaan dan refinansiasi rumah.
Selain itu, survei konsumen di negara seperti Swedia menunjukkan ekspektasi kenaikan harga rumah di beberapa pasar, mencerminkan optimisme pembeli di Eropa Utara.
Tantangan & Realita Pasar
Meskipun ada banyak sinyal positif, masih terdapat tantangan. Misalnya, kepercayaan dan sentimen pembangun rumah belum sepenuhnya pulih secara global; beberapa indeks kepercayaan rumah tangga di negara-negara maju bahkan menunjukkan sentimen yang tertahan.
Permintaan rumah secara global cenderung beragam antar region, dan tren penawaran serta permintaan harus terus dipantau agar pembeli serta investor bisa mengambil keputusan tepat.
Penutup
Secara keseluruhan, Januari 2026 menjadi awal yang penuh harapan bagi pasar properti rumah, khususnya di Indonesia. Kebijakan pemerintah yang mendukung, kredit yang mulai bangkit, serta kondisi suku bunga yang lebih bersahabat menjadi pendorong utama tren positif ini. Namun, tantangan seperti kepercayaan pasar dan dinamika global tetap perlu di waspadai pelaku pasar dan pembeli rumah.
Inilah gambaran terbaru yang layak di perhatikan jika Anda sedang mempertimbangkan membeli atau berinvestasi di rumah pada 2026.
